Donyaning Bocah_Malam, Bintang Yang Berbicara
(Donyaning Bocah)
Malam, Bintang Yang Berbicara
Penulis : Arfianto Wisnugroho
Hanya berguling, sangat sulit untuk memejamkan mata. Malam terasa sangat panjang bagi Wed. Setelah apa yang terjadi pada hari ini. Wed masih memikirkan tentang suara yang didengar tadi siang. Kalau dipikir-pikir memang tidak ada selain mereka berempat, tetapi hal itu memang terjadi. Wed mendengar dengan sangat jelas.
Wed memandang kesemua penjuru rumah, terlihat kerlip
bintang dari lubang kecil langit-langit. Seklias nampak bintang berjalan dari
suatu titik ke titik lain. Berpikir seandainya ia bisa bermain dengan bintang. “Wah,
pasti sangat menyenangkan”, gumam Wed. beberapa detik kemudian muncul kejadian
serupa. Hal tersebut terjadi berulang sekitar lima kali. Karena penasaran, Wed
memutuskan untuk keluar dari rumah.
Karena takut membangunkan Ayah dan Ibunya yang
tertidur lelap, Wed mengendap-endap menuju pintu keluar. “Ia mengintip keluar
rumah, mungkinkah bintang tersebut ada diluar?, Wed penasaran.
Tidak disangka bintang tersebut melewati tepat didepan
rumah. Sesegera mungkin Wed berlari keluar rumah untuk mencarinya. Ia mencoba
mengikuti jejak yang ditinggalkan bintang tersebut. Namun semua petunjuk itu
hilang dengan sangat cepat. Hingga sampailah Wed pada pohon Jati yang
sangat besar. Dan tiba-tiba terdengar suara dari balik pohon Jati dedepannya.
“Kau mencariku?”. Terdengar suara yang seolah-olah
mengarah kepada Wed.
“Kenapa?, sepertinya kamu tampak bingung”. Tiba-tiba
datang setitik cahaya kearahnya. Karena kaget, Wed mundur dengan cepat beberapa
langkah.
“Tidak perlu kaget, namaku Nget”.
Wed membalas dengan nada agak ragu,”Oh, namaku Wed,
kenapa kamu ada disini Nget?”
“Hahaha,,” Nget tertawa dengan sangat keras, meskipun
bagi Wed tawanya tidak lebih keras dari suara bersinnya.
“Tentu saja, aku kan kunang-kunang”, balas Nget dengan
nada ejekan.
“Kunang-kunang?, kupikir kamu tadi adalah bintang yang
sedang berjalan”.
Nget tertawa lebih keras dari sebelumnya sambil
terbang melintasi kepala Wed. Wed tersenyum meski ia harus berputar untuk dapat
mengikuti Nget yang sekarang berputar-putar diatas kepalanya. ‘Baiklah Nget,
apakah kamu mau menjadi temanku?”, seru Wed kepada Nget.
“Teman?, hmmmm.. boleh juga, kita bisa saling ngobrol
jika kamu tidak bisa tidur dimalam hari Wed”.
Wed sangat gembira, malam itu mereka berdua memulai
percakapan panjang yang sampai pada akhirnya Wed harus kembali kerumah karena
sudah sangat larut.
Wed : “Nget,
sampai besok ya.. senang bisa ngobrol denganmu”.
Nget : “Iya Wed,
sampai ketemu… senang bisa mengenalmu”.
Malam itu mereka berpisah, Wed kembali kerumah dengan
perasaan sangat bahagia. Dia menantikan hari-hari untuk bertemu dengan Nget
lagi. Wed juga berpikir untuk mengenalkan Nget kepada Kam, Sud dan Bes.
Pesan Moral :
Jika kita selalu
berbuat baik, maka kita akan dipertemukan dengan orang yang juga baik


Komentar
Posting Komentar